Tentang Link Dofollow Dan Atribut Rel Lainnya

348
16
Tetang Link Dofollow Dan Atribut Rel Lainnya
Tetang Link Dofollow Dan Atribut Rel Lainnya

Tentang Link Dofollow – Atribut “rel” dalam penulisan contextual link berfungsi sebagai perintah atau keterangan yang diberikan kepada robot. Terkait ini khususnya robot crawler mesin pencari Google ataupun robot-robot lainnya.

Jadi atribut rel ini fungsinya memberikan informasi terkait hubungan link tujuan dengan halaman blog / web yang asal. Sehingga mempermudah robot dalam menentukan relevansinya.

Adapun perintah atau atribut rel yang paling sering digunakan adalah rel=”nofollow” dan rel=”dofollow”. Nah fungsi dari rel=”nofollow” ini adalah perintah untuk para robot mesin pencari agar mengabaikan, tidak membaca atau tidak mengikuti link tersebut.

Tentang Link Dofollow

Sedangkan atribut rel=”dofollow” pada suatu link akan berfungsi sebalikannya. Itu kenapa link dofollow sering sekali dianggap sebagai rel link terbaik dalam membangun backlink. Karena membantu mempercepat index juga memperkuat Authority link tujuan.

Selain daripada link Dofollow ataupun Nofollow, kita dimungkinkan untuk dapat menggunakan banyak sekali pilihan rel. Secara umum diantaranya adalah sebagai berikut:

Macam-macam Atribut Rel

No Rel Keterangan
1 alternate Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman serupa yang bisa dijadikan halaman alternatif daripada halaman asal
2 author Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman pemilik, penulis atau pribadi halaman asal
3 bookmark Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman yang secara umum layak atau banyak dibookmark
4 help Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman bantuan atau β€˜help’, yang memuat informasi tata cara, aturan atau penjelasan terkait halaman asal
5 license Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman yang memuat informasi terkait lisensi atau hak cipta halaman asal
6 next Menginformasikan jika link tujuan adalah konten selanjutnya daripada halaman asal. Sering digunakan pada link pagination atau β€˜read more’
7 nofollow Menginformasikan jika link tujuan tidak memiliki relasi ataupun relevansi dengan halaman asal, banyak digunakan untuk link eksternal
8 noreferrer Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman tidak diharuskan mencantumkan header HTTP
9 prefetch Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman yang harus di-cache, atau memiliki data yang tersimpan pada memori browser
10 prev Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman yang memuat konten sebelumnya dari halaman asal
11 search Menginformasikan jika link tujuan adalah halaman yang memuat hasil pencarian
12 tag Menginformasikan jika link tujuan adalah keyword atau tag terkait daripada halaman asal

Tentang Rel=”Canonical”

Sepuluh tahun yang lalau tepatnya pada tahun 2009, tiga perusahaan mesin pencari raksasa sepakat dan mengumumkan dukungan untuk atribut khusus ini.

Mereka beranggapan rel Canonical dapat memecahkan masalah umum bagi banyak sistem ataupun mekanisme dalam upaya menangani duplikat konten. Ya dimana sebelumnya konten duplikasi cukup sulit dibedakan antara mana yang halamanyang menjadi sumber asli.

Sehingga menyebabkan halaman copas atau halaman-halaman pendukung struktur suatu website bisa dengan mudah membawahi halaman aslinya di SERP. Kacau kan jadi nya…. πŸ˜‰

Tentang Rel Noopener WordPress
Tentang Rel Noopener WordPress – gambar WpBeginner.com

Jadi dengan penggunaan rel Canonical ini dalam struktur html website, maka mesin pencari akan lebih mudah membedakan mana link samp[ingan dan mana link yang mesti di prioritaskan.

Tentang Rel=”Noopener” Pada WordPress

Pernah kan mengalami kejadian ketika mengklik salah satu link pada suatu halaman blog / web tiba-tiba muncul 2 atau 3 tab browser?, atau ketika di klik menuju halaman yang bukan semestinya?

Nah penggunaan atribut rel Noopener yang disematkan secara otomatis pada setiap link kontekstual didalam postingan WordPress. Lantas apa fungsi dan pengaruh daripada rel=”noopener” ini?

Atribut ini difungsikan sebagai pengaman link di halaman WordPress dari script-script nakal yang suka mengambil alih contextual link. Yap biasanya script periklanan atau malware yang suka beginian.

Apakah rel noopener ini akan berpengaruh terhadap mitos SEO?

Object JavaScript window.opener yang diwakilkan dengan atribut noopener ini sama sekali tidak ada berpengaruh kepada SEO. Karena jangankan robot, bahkan sistem analistik pun akan benar-benar mengabaikannya, jadi tetap tenang dan aman saja guys….

Lagipula selain WordPress banyak juga kok platform yang menggunakan rel noopener secara default seperti Disqus, Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Sekali lagi itu mereka gunakan karena memang demi keamanan.

Okkkeh, sekian artikel tentang atribut link Dofollow dkk versi Aorlin.com. Silakan dikoreksi jika ada yang kekurangan ataupun kesalahan. Semoga bermanfaat dan see ya! πŸ˜‰

16 KOMENTAR

  1. Dari dulu berusaha memahami materi dofollow & nofollow tapi masih bingunh terkait contoh penggunaannya.
    Terus pernah dapet contohnya. Cuma lupa-lupa ingat. πŸ™
    Begitu juga sub materi lainnya, kayak yang ada di tabel.
    Jadi, sekarang masih berusaha memahami dan kapan-kapan baru mempraktekkann.

    • Sip gan, kali ini semoga nggak lupa2 lagi ya, dan kalau sempat coba saja segera dipraktekkan, biar keliatan hasilnya.
      Terimakasih sudah mampir,
      Sukses selalu…
      πŸ˜‰

  2. Mantap nih, lengkap banget penjelasannya. Jadi semakin paham akan macam-macam link. Tapi masih agak bingung dikit hehehe. Oh iya kak, kalo semisal kita taruh link internal di postingan satu ke postingan lain itu rel nya apa yah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here