Pengertian AGC Dalam Dunia Blogging Dan Sejarahnya

708
19
Google Panda Dan Blog Agc
Google Panda Dan Blog Agc

Sejarah dan Pengertian AGC – AGC tak lain merupakan singkatan daripada Auto Generate Content. Ya jika diterjemahkan berarti “Menghasilkan Konten Secara Otomatis”, sederhana sekali bukan?

Di dalam dunia blogging AGC merupakan suatu sistem dengan mekanisme yang kompleks. Makanya kita sering sekali mendengar istilah Blog AGC, Tool AGC, Plugin AGC, Teknik AGC dan lain sebagainya.

Dunia blogging saat ini merupakan dunia industri dalam dunia Internet secara luas. Dan sama halnya dengan dunia industri di dunia nyata, pelaku industri selalu berusaha untuk bagaimana menciptakan produknya dengan konsep otomatis.

Sebagai gambaran mereka menggunakan banyak perkerja ataupun mesin dan robot. Nah jadi pada dasarnya AGC bukanlah sesuatu yang buruk, malah sebaliknya. Hanya saja praktisi nya saja yang suka salah melanggar etika. Sehingga pemanfaatan celanya merugikan pihak-pihak yang tak berdaya.

Sejarah AGC – Auto Generate Content

Sejak awal-awal perkembangan Internet, mereka selalu berusaha menciptakan program website yang dapat menciptakan konten secara otomatis.

Dalah hal ini, berarti para pengembang memang merasa kualahan jika harus memproduksi kontennya sendiri secara terus menerus. Maka mereka mensiasatinya dengan memanfaatkan karyawan ataupun user agar dapat ikut memproduksi konten untuk websitenya.

Dari kacamata pengembang, entah itu blog, portal, forum, sosmed, search engine, direktori atau apapun istilahnya. AGC atau konsep menghasilkan konten otomatis secara terus menerus sudah menjadi pondasi dasarnya.

Tinggal lagi teknik dan mekanisme penerapannya saja yang menjadi orientasi akhirnya, apakah lebih banyak mendapatkan manfaat atau malah lebih banyak merugikan.

Sejarah AGC Dalam Dunia Blogging

Nah berkelanjutan daripada AGC di dunia Internet pada masa awal-awal tadi. Seperti yang terposting dalam artikel 25 tahun dunia Blogging, sejak itu manusia sudah seperti memasuki era Industri Blogging dalam dunia Internet.

Semua mulai bermunculan dan berkembang dengan sangat cepat, dan siapa yang berhasil menjadi yang tercepat maka dialah pemenangnya.

Karena itu juga semua hal yang berbau “Auto” menjadi momok. Ya tentu saja dimulai dari Google.com. Yang secara legal menerapkan konsep AGC dengan sistem yang paling masuk akal dan bermanfaat besar.

Beberapa search engine dengan konsep yang hampir sama juga mengiringi atau mendampingi kesuksesan Google. Setelah itu semua tampak kalem, dan berfokus hanya kepada beberapa SE tersebut.

Namun dipertengahan era 00’an, mereka mulai mengembangkan teknik AGC yang ditujukan untuk menguasai SERP. Yang juga merupakan bagian dari upaya menguasai SEO dari beberapa search engine tadi, terutama Google.

Perkembangan Blog AGC di Indonesia

Kita persempit bahasannya, sejauh yang saya ketahui, cikal bakal AGC di Indonesia mulai ada sejak tahun 2008 atau bahkan sebelumnya yah.

Ketika itu masih dikenal dengan istilah Auto Content saja, teknik ini populer dengan memanfaatkan platform WordPress. Menggunakan bantuan dari beberapa plugin yang di kombinasikan hingga terciptalah sistem dasar AGC yang kita kenal sekarang.

Kalau tidak salah StupidPie, Papercut, Bulk Post Creator, NinjaPlugin dan masih banyak lagi. Sebetulnya alat-alat tersebut merupakan karya dari pengembang-pengembang Indonesia lho. Sengaja menggunakan nama kebaratan agar juga dipasarkan ke para Blogger bule.

Dan ini yang seru, sejak itu hingga 2013 kali yah, blog AGC kian menjamur dan memuncak di Indonesia, untuk level ekstrim diantaranya tentu ada Jevuska, OmDhani, Linggars dan masih banyak lagi.

Selain yang ekstrim diatas, kalangan AGC abu-abu juga ramai sekali menguasai SERP di Indonesia. Seakan menjadi hal wajib menerapkan sedikit atau sebagian konsep AGC di blog WordPress.

Teknik kombinasi plugin terus bermunculan, seperti Search Term Tagging (STT2), SEO ALRP dan semacamnya. Di masa-masa itu pengguna Blogger tak bisa berbuat banyak, hanya mutlak menjadi bagian dari sekian banyak korban, wkwkwk.

Karena sudah terlalu marak, lantas Google meluncurkan algoritma Google Panda sebagai pelaksana proyek Genocide. Tak butuh waktu lama untuk meruntuhkan semua hal-hal berbau AGC tersebut.

Benar-benar runtuh, setiap level penggunaan AGC pada musnah, yang abu-abu juga secara perlahan tapi pasti pun lenyap dari SERP. Hingga beralih ke teknik AGK, yak Auto Generate Keyword, ini menarik juga nih, tapi kita skip dulu…. πŸ˜‰

Blog AGC di Indonesia Season 2

Setelah cukup lama senyap, saat ini para generasi baru mulai memarakkan lagi teknik pura-pura AGC blogger yang sebetulnya berbeda kelas dari AGC yang terdahulu.

Namun meski bagaimanapun juga ini tetap saja bagian dari AGC, karena intinya kan Menghasilkan Konten secara otomatis. Dan sebetulnya saya juga pernah menerapkan teknik serupa di tahun 2013-2014.

Teknik ini kombinasi antara fitur Post by Mail dan Email Berlangganan Feed dari Blogger. Jadi setiap blog korban menerbitkan postingan terbaru, maka secara otomatis akan terposting juga ke Blog tujuan.

Dan menurut saya, ini merupakan teknik terburuk dan terkejam dalm dunia persilatan AGC. Seakan-akan pelaku AGC merampok langsung seluruh isi konten si korban secara terang-terangan.

Dengan postingan yang hanya selisih waktu hanya beberapa detik itu, sedikit upaya SEO akan membuat blog AGC mungkin sekali untuk menang di panggung SERP Google.

Perbedaan Blog AGC Terdahulu dengan yang Sekarang

Tentang Blog Agc
Tentang Blog Agc – Gambar dari AriKurniawan.net
Secara Teknis dan Biayanya

Membuat blog AGC jaman dulu hanya dapat dilakukan oleh kalangan expert, karena setidaknya harus bermain seni program dan web database.

Biayanya juga tak sedikit, karena membutuhkan resource server yang mempuni, jadi tak cukup dengan Shared Hosting, apalagi yang abal-abal. Mereka setidaknya membutuhkan Server (minimal VSP), Dedicated IP, Puluhan Domain, Tool dan Plugin berbayar dan macem-macem lah.

Sedangkan blog AGC yang ramai sekarang ini, hanya membutuhkan email dan akun blogger saja, bolehlah sedikit oprek HTML dan CSS Blogger. Dan semua itu tanpa mengeluarkan biaya sama sekali pun bisa.

Kalaupun ingin memakai biaya pun paling hanya untuk membeli domain dan template premium saja. Atau bagi yang tak memahami konsepnya sama sekali bisa dengan mudah menemukan penjual jasa AGC B logger. wkwkwk

Dampak di Google dan Penghasilan

Coba saja kamu bayangkan, dulu blog AGC bisa saja menguasai 5 halaman pertama hasil pencarian di Google. Tak tanggung-tanggung kan?, Pada halaman pertama itu sangat mungkin sekali semuanya konten blog AGC.

Dan ketika di klik, isinya bakalan muter-muter aja, tak ada awal dan tak ada akhir, sekalipun pencet tombol back wkwkwk. Waktu itu Google Adsense masih bersahabat, program CPM lainnya juga lumayan asik.

Sama sekali tak ada konten yang diinginkan, semuanya hanya keyword yang ditanamkan pada link tag WordPress. Merupakan halaman terburuk yang memenangkan panggung SERP.

Sedangkan Blog AGC jaman now, tampak sama saja dengan blog-blog pada umumnya. Hampir tak bisa dibedakan mana yang asli mana yang AGC, karena kontennya merupakan duplikasi tulen.

Namun setidaknya memuat konten yang bener-bener konten, masih ada manfaatnya nih. Jika tak dibantu optimasi (mitos) SEO yang mempuni maka dipastikan akan sulit bersaing dihalaman pertama SERP.

Solusi dan Cara Mengatasi AGC

Konsep AGC Blogger akhir-akhir ini merupakan pemahaman yang dangkal dan diterapkan secara mentah oleh sebagian sobat-sobat kita. Google sudah berpengalaman sekali mengatasi permasalahan duplikasi semacam ini, meskipun lolos itu palingan hanya sementara saja.

Karena Google patuh kepada aturan dan hukum terkait hak cipta Intelektual secara Internasional. Mereka tak akan diam saja terhadap prilaku-prilaku melenceng semacam itu.

Jadi sebagai solusi, saat ini belum ada solusi yang menurut saya ampuh mengatasi tindakan blogger AGC. Semua kembali pada kematangan berpikir dan pendidikan moral masing-masing.

Hampir tak ada keuntungan sama sekali bagi yang melakukannya, namun berdampak buruk sekali bagi korbannya. Lantas untuk apa?, untuk siapa?, dan sampai kapan mereka akan melakukannya?

Entahlah, kita-kita inilah yang seharusnya tak mengajarkan dan menurunkan ilmu tersebut kepada para pendatang baru. Ciptakan generasi Blogger Indonesia yang lebih baik dengan pemahaman yang baik.

Dan terakhir, sejujurnya saya juga bingung ini artikel tentang apa yah?, Dari tadi jari-jari saya sudah seperti auto ngetik aja, hingga 1200 kata ini saya pun tak tahu apa yang diketik, wkwkwk.

Sekian ya artikel tentang Blog AGC versi Aorlin.com . Kurang lebihnya silakan dikoreksi, semoga bermanfaat & see ya!! πŸ˜‰

19 KOMENTAR

  1. Dulu AGC ku pake stt2 hehe
    Klo web biasa paling grabber
    Cm skrng bener agc skrng g bertahan lama klo di google tp target jgn di google aja msh bnyk koq search engine yg lain

    • Wkwkwk iya gan, ane juga dulu senpet rasain pake stt2 dan lain2nya juga.

      Sekarang udah masuk ke jaman jadi Blogger yang baik dan benar yah.
      πŸ˜‰

      • Iya gan, robot google juga sulit membedakan karena selisih waktu postingnya tipis sekali tapi google tahu kok mana yg berkualitas dengan yg nggak, setidaknya dari jumlah komentar yg masuk ke feed.

  2. wah asyik juga sepertinya ya gan bisa punya blog AGC getu, tanpa perlu capek nulis post, blog sudah bisa update sendiri dan terisi post banyak. HAhahaha πŸ˜€ Tapi malah ngeblog nya jadi kurang terasa ya karena nggak bisa saling sapa dan kenal dengan sesama blogger πŸ™‚

    • Nggak lah gan, sekarang hal semacam itu nggak bisa disebut blogging, yang ada kejahatan wkwkwk.

      Tapi susah juga karena belum ada lembaga yg serius melawannya.
      πŸ˜‰

  3. Owh itu tow yang disebut dengan blog AGC .., lah pelakunya kok enak banget, tinggal klik auto jadi deh artikel bejibun, plus bisa nangkring di pejwan.

    Wuaah , merugikan content creator banget.
    Google harus mengambil tindakan tegas kalau begitu,ya.

    • Dan sebetulnya bukan para content creator aja yang dirugikan bang, secara kualitas Google pun bisa terkena dampak buruknya (dirugikan), bayangkan jika semua orang jadi malas ngeblog karena maraknya AGC, atau orang2 pada gamau cari info pakai Google lagi karena banyaknya konten duplikat.

      Tenang saja, Google selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman pengguna ketika menggunakan Search Engine-nya. Dan kita para creator ga usah ambil pusing, jadi terus aja blogging…

      Terimakasih sudah mampir bang, sukses selalu…
      πŸ˜‰

  4. saya baru tau istilah ini tp sempat tau sih ada blogger yang bisa mengenerate konten secara otomatis yg paling kejam ya itu berlangganan dsri newsletter atau mencuri melalui feed nya, maka secara otomatis akan terpublish di blog, memang cara yg satu ini amat jahat. tapi syukurlah google berpihak terhadap konten2 original jd sangat bersyukur rasanya, penulis2 aski merasa lebih dihargai

    • Iya gan, kita terus saja berkarya dengan tulisan, selebihnya biar Google yang urus.
      Terimakasih sudah mampir,
      sukses selalu…
      πŸ˜‰

    • Iya gan, gimanapun prakteknya, intinya kan bisa buat konten secara otomatis, biar bisa memudahkan atau bahkan lebih menguntungkan bagi pengembangnya.
      Terimakasih sudah berkunjung,
      sukses selalu…
      πŸ˜‰

    • Hmmm gimana yah,
      rasanya kurang tepat jika dikatakan pencuri, mungkin semacam peniru atau plagiat yah. Lagipula tergantung kondiai dan manfaatnya juga sih.
      πŸ˜‰

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here