Mengganti Gutenberg Dengan Postingan Lama WordPress

106
2

Mengganti Gutenberg dengan tamplian posting klasik merupakan satu opsi tersendiri bagi pengguna Platform sejuta umat ini.

Oya Guntenberg sendiri adalah editor post Postingan WordPress terbaru, yang namanya diambil dari nama orang penting di dunia media cetak, Johannes Gutenberg.

Mungkin status terbarunya itu lah yang membuat Aorlin kurang nyaman karena belum terbiasa. Terdapat beberapa aspek yang menyebabkan ketidaknyamanan tersebut seperti:

Perbedaan Gutenberg Dengan Yang Lama
Gambar Kinsta.com
  • Tampilan Gutenberg yang tidak biasa dan berbeda, wajar saja sih namanya juga baru. Tapi ini betul-betul baru guys, jadi malah terasa aneh gitu.

Selama ini kan hampir disemua platform mebuat editornya semirip mungkin dengan editor text sejuta umat Microsoft Word. Nah kalau Gutenberg ini nggak gitu guys, pokoknya beda lah.

  • Banyak fitur yang tak dibutuhkan, Aorlin kalau mau posting itu ya cukup dengan menulis saja. Tinggal tambahin beberapa media pendukung dan jaaadi deh.

Tapi mungkin bagi yang baru Blogging bersama WordPress sih ok2 saja karena belum ada perbandingan. Dan malah dapat mengoptimalkan semua kelebihan-kelebihan fitur tersebut.

  • Jadi repot karena fiturnya yang begitu kompleks, yap itulah yang setidaknya Aorlin rasakan. Karena Aorlin belum menguasainya saja mungkin, jadi tiap mau tulis malah banyak kulik dan cari ini itu dan sehingga tidak fokus.
  • Dan terakhir penggunaan Resources, hal ini mungkin bukan masalah bagi blogger sultan dengan resources melimpah. Gutenberg ini kompatibel dengan berbagai komponen WrdPress seperti Theme dan Plugin dan sebagainya.

Jadi sewaktu kita di halaman posting itu akselerasinya menjadi terasa lebih berat guys. Kurang lincah gitu.., itu disebabkan oleh keterbatasan resources server, internet dan perangkat Aorlin sendiri.

Tuh guys…, dengan 4 alasan tersebut jadi wajar kan kalau Aorlin lebih memilih untuk melepas Gutenberg dan kembali menggunakan alat posting klasik WordPress saja.

Cara Mengganti Gutenberg

Untuk ini Aorlin menemukan 2 opsi mudah yang ampuh dan terbukti mampu menyingkirkan Gutenberg dari posisinya.

Oya sebelumnya Aorlin sudah tuliskan 3 Alasan Kenapa Pindah Dari Blogger ke WordPress.

1. Disable Gutenberg dengan Plugin

Secara di WordPress nih.., cara pertama yang paling mudah dan manja ini tentu dengan menggunakan Plugin. Banyak kok plugin nya, tapi yang Aorlin sarankan pakai yang ini saja nih.

Plugin Editor Classic WordPress

Plugin tersebut memang sudah mereka siapkan untuk kaum-kaum newbie sekelas Aorlin. Jadi tinggal Install dan Aktifkan saja, tak perlu banyak setelan lagi.

2. Kode Untuk Mengganti Gutenberg Dengan Klasik

Cara kedua ini adalah cara ganti Gutenberg ke mode klasik yang Aorlin terapkan sendiri. Karena dengan tanpa menggunakan plugin, maka beban resources hosting nya tidak bertambah.

Disable Gutenberg Melalui Functions WordPress

Namun kekurangannya kita harus menambahkan ulang secara manual ketika mengganti Theme ataupun mengupdate Theme ke versi yang baru. Gak sulit sih, cuma butuh berapa kalik klik saja kok, gini nih:

  • Dari halaman Dasbor WordPress, arahkan cursor ke menu “Tampilan” dan klik “Theme Editor“.
  • Pada sidebar bagian kanan pilih dan klik “functions.php“, lalu tambahkan 4 baris kode dibawah ini ke bagian paling bawah editor file tersebut.

// disable for posts
add_filter(‘use_block_editor_for_post’, ‘__return_false’, 10);
// disable for post types
add_filter(‘use_block_editor_for_post_type’, ‘__return_false’, 10);

  • Simpan dan lihat hasilnya.

Tuh guys, pada blog ini cukup dengan 4 baris kode itu saja. Hasurnya cara tersebut mampu mengubah editor post WordPress Gutenberg menjadi klasik.

Jika ternyata belum, silakan meluncur ke halaman ini untuk melihat beberapa opsi lengkap untuk mengembalikan editor klasik di WordPress sobat sekalian.

Halaman blog tersebut memuat artikel yang sangat lengkap terkait Gutenberg ini. Beberapa opsi tersebut menyesuaikan kondisi masing-masing.

Yap begitulah kiranya, sekian artikel terkait Cara Menganti Editor Postingan WordPress Ke Versi klasik. Sesuatu dan lain hal nya mari kita bahas pada kolom komentar. See ya!

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here