Mempelajari Lebih Jauh Tentang Ciri Ciri Demokrasi Terpimpin

42
0
Gambar ilustrasi ciri ciri demokrasi terpimpin
Gambar ilustrasi ciri ciri demokrasi terpimpin

Pastinya anda sudah mengerti jika demokrasi menjadi sebuah prinsip pemerintahan yang telah dijalankan di Indonesia.

Uniknya ada saja beberapa sistem pemerintahan demokrasi yang sudah berlandaskan pada kepentingan rakyat.

Salah satunya tentu saja demokrasi terpimpin. Siapa sangka demokrasi terpimpin terjadi dari tahun 1950 sampai dengan tahun 1965.

Tentunya anda mengerti jika demokrasi tersebut merupakan sebuah sistem pemerintahan yang sudah dianut oleh presiden Ir. Soekarno.

6 Ciri Ciri Demokrasi Terpimpin

Nah… dipostingan Kali ini Aorlin.com akan membahas terkait dengan ciri-ciri demokrasi terpimpin.

Sebetulnya demokrasi terpimpin ini telah hadir di Indonesia saat berada dalam kondisi yang cukup darurat. Pada saat itu mereka di pimpin secara penuh oleh seorang presiden.

Bisa dikatakan peranan dari wakil rakyat terbilang kurang dominan.

Kala itu demokrasi terpimpin memang dilakukan menggunakan sistem pemerintahan presidensial sedangkan untuk rakyat masih dianggap sebagai anak buah.

Memang banyak sekali sistem demokrasi yang telah hadir di Indonesia.

Dimana kali ini pembahasan pun terkait dengan bab tersebut. Dari pada merasa penasaran dengan beragam cirinya, sebaiknya simak uraian berikut ini:

1. Demokrasi terpimpin mendominasi pada kekuasaan presiden

Siapa sangka ternyata sistem demokrasi yang satu ini lebih menganut pada asas presidensial.

Dimana asas tersebut lebih mengedepankan presiden yang menjabat sebagai pemilik kekuasaan tertinggi.

Demokrasi tersebut berlaku pada saat dekrit presiden tepatnya tanggal 5 Juli 1959.

Otomatisnya kala itu negara Indonesia memang di pimpin oleh presiden Soekarno.

Pastinya hal tersebut mampu menimbulkan sebuah kesenjangan akan peranan para wakil rakyat.

Dimana hal tersebut justru bisa berpengaruh pada sistem kerja suatu kabinet. Presiden yang sudah memimpin beragam pergerakan pemerintahan ini bisa dengan mudah menyingkirkan peran yang dianggap tidak tepat dengan kepentingan dan keinginannya.

2. Peranan partai politik semakin terbatas

Ciri-ciri demokrasi terpimpin selanjutnya tentu saja semakin memudarnya sebuah sistem partai politik untuk negara Indonesia.

Bahkan keberadaan partai politik ini tidak dipergunakan untuk mengisi jabatan yang berada pada pemerintahan.

Tetapi memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan yang dibuat presiden. Bisa diartikan jika peranan partai politik ini nantinya bisa segaris dengan apa yang menjadi keputusan presiden.

3. Peranan militer justru semakin menguat

Adanya perkembangan militer yang berada di Indonesia ini tentu saja bisa dijadikan sebagai benteng pertahanan.

Kekuatan dari angkatan bersenjata memang mempunyai kekuasaan tinggi. Apalagi lembaga pemerintahan yang berada di bawah komando kemiliteran.

Militer saat ini semakin terlibat terkait pergolakan pada politik domestic.

Dengan berlakunya demokrasi terpimpin ini maka lembaga pemerintahan pun bisa dikuasai kaum militer.

Menariknya kini ada juga beberapa anggota militer yang sudah masuk menjadi wakil rakyat tepatnya tahun 1959.

Mulai dari situ militer akhirnya mempunyai kekuatan politik yang dominan di negara Indonesia.

4. Paham komunisme semakin berkembang

Partai komunis yang berada di Indonesia memang sudah mengalami beragam perubahan cukup dominan saat masa demokrasi terpimpin ini.

Hal tersebut tak lain dikarenakan hubungan timbal balik yang terjadi antara presiden Soekarno bersama PKI.

Hubungan ini tentu saja dikarenakan popularitas Soekarno yang saat itu sedang naik kemudian dimanaatkan PKI guna menjadi daya tarik supaya mereka mampu memperoleh massa.

Wajar saja jika paham komunis kala itu semakin berkembang ditengah masyarakat Indonesia.

5. Anti terhadap kebebasan pers

Pers memang memiliki peranan yang begitu penting untuk sebuah negara.

Terlebih lagi mereka juga menyalurkan sebuah aspirasi masyarakat terkait sistem politik yang terbilang lebih baik.

Namun saat masa demokrasi ini kebebasan dalam hal mengemukakan pendapat seakan terbatas oleh oknum menjadi pendukung pemerintah.

Dari sini presiden pun tentu saja semakin berkuasa. Kebijakan tersebut nyatanya mengakibatkan sebagian besar media memberitakan semua hal dengan terbuka kini mulai menutup dirinya. Tak jarang pula ada beberapa surat kabar kini tidak berani lagi untuk beredar di tengah masyarakat hanya karena takut dicekal.

Berbicara mengenai surat kabar tentunya anda pernah memperoleh informasi terbaru dan terkini dari inews, Berita yang disajikan memang paling aktual hingga membuat para pemirsa selalu mengikutinya.

6. Terjadi sentralisasi pada pihak pusat

Pelaksanaan demokrasi terpimpin ini ternyata juga mengalami sebuah penyimpangan dalam pengembangannya.

Hal ini menimbulkan sebuah gesekan sistuasi politik yang berada di negara kita Indonesia. Berbagai macam penyimpangan yang telah terjadi diantaranya:

-Hak dasar sebagai warga Indonesia kini tiada jaminan yang terbilang kuat.

-Kebebasan dalam hal berpendapat kini semakin terbatasi oleh pers dimana banyak media massa yang merasa takut untuk menerbitkan apa yang menjadi pemikirannya.

-Peranan partai politik pun semakin melemah.

-Adanya sentralisasi kekuasaan yang berasal dari daerah dan pusat

Dengan memperhatikan beragam ulasan di atas tentunya kita pun semakin mengerti akan ciri-ciri demokrasi terpimpin.

Semuanya mengalami perubahan saat masa pemerintahan presiden Soekarno.

Pada akhirnya demokrasi terpimpin ini bisa berakhir ketika terjadi sebuah peristiwa yang diberi nama G 30 S/PKI.

Pada saat itu hadir pula Supersemar oleh presiden Soekarno. Kemunculannya ini sudah pasti memunculkan dualisme akan kepemimpinan.

Hingga akhirnya terjadi pemaksaan supaya Supersemar ini bisa disahkan. Dimana kala itu Supersemar di pimpin oleh Letjen Soeharto.

Nahh.. mungkin sekian dulu pembahasan kita tentang Ciri ciri demokrasi terpimpin, semoga bisa dipahami dan bermanfaat buat temen-temen.. terimakasih dan sampai jumpa 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here