Blog Amp Masih Banyak Kekurangan, Lantas Untuk Apa ?

81
29

Ada hampir 1 miliar artikel terkait Blog Amp di hasil pencarian Google. Artinya artikel Blog AMP aorlin kali ini ibarat remah-remah saja.

Tapi ya kenapa tidak, setidaknya artikel ini menjadi catatan dari pengalaman pribadi Aorlin tentang blog amp dan Kekurangannya.

Tulisan ini bisa dikatakan semacam tanggapan atau tambahan Aorlin untuk postingan Perlukah Menggunakan AMP Pada Blog? di blognya Bang Ichal.

Baiklah, karena postingan tersebut sudah mewakili sebagian pemahaman Aorlin. Jadi disini Aorlin tinggal tambahkan poin-poin dari sisi pengguna AMP nya sendiri.

Kekurangan Blog AMP

Ada Kelebihan tentu ada juga kekurangan, sebelum bahas seiprit kelebihan blog amp. Disini Aorlin mau bahas segudang kekurangannya dulu yah.

Tuh segudang guys, berhubung itu terlalu banyak jadi Aorlin persempit jadi ke inti-intinya saja ya, yakni:

AMP itu rempong

Asli hal pertama yang Aorlin pikirkan kalo sudah bahas-bahas AMP pastilah dari segi pelaksanaannya dulu yang begitu merepotkan.

Terutama bagi pengguna blogger, banyak sekali hal yang harus dipersiapkan. Mulai dari struktur html sampai pengaturan kontennya yang harus menyesuaikan dengan Google Amp Validator.

Apalagi bagi blognya yang sudah berumur, beeeeh ada jibunan postingan yang harus di edit satu persatu. Sampai-sampai ada saja yang jual jasa edit postingan biar jadi AMP, wkwkwk.

Mau bikin postingan terbaru yang valid amp pun ada beberapa baris yang mesti diedit melalui editor html nya, dari editor compose saja tak cukup.

Setiap sebelum dan setelah terbitkan postingan mestilah cek dulu di AMP Validator. Karena kalau ada yang kelewatan satu saja postingan nggak valid, jadi satu blog dampaknya guys.

Komponen dan struktur desain juga jadi sangat terbatas, semua widget dan gadget terpisah antara AMP dan Non Amp. Mau tambahkan kode-kode script juga harus valid.

Hadeh pokoknya repot lah, dari sekian banyak hal yang seharusnya mudah malah menjadi repot dan bikin kesal, hahaaaa.

Hanya saja…,

29 KOMENTAR

  1. Ikut menambahkan, soalnya saya salah satu yang “kekeuh” harus pake AMP. Satu hal, saya gk pake AMP di halaman depan, cukup di postingan / artikel dan laman web saja. Kenapa? Karena gk mungkin ketika seseorang pake HP lagi searching munculnya halaman depan dari sebuah website, pasti bakal di arahkan langsung ke artikel terkait, iya ‘kan?

    Nah, di sinilah AMP berperan. Saya bicara internet Indonesia deh, bener banget kalo jaman sekarang banyak akses website dari HP, apalagi Indonesia termasuk Negara dengan kecepatan internet “lumayan”.

    Ketika seseorang mencari sebuah artikel melalui pencarian google, dan kebetulan yang muncul adalah artikel dari web saya, saya pengin artikel saya bisa tersampaikan dengan segera meski orang tersebut memiliki koneksi internet yang “lumayan”.

    Di sini saya membicarakan artikel dalam arti teksnya ya, tidak beserta gambar, iklan, video, dan lainnya. Karena menurut saya pake AMP sekalipun kalo internetnya lambat (iya, saya tekankan lambat), yang termuat cuma tulisannya saja, gambar, video, dan yang lain akan menyusul. Nah, ini yang saya butuhkan. Tulisan bisa segera tersampaikan pada pembaca.

    Memang, AMP hanya aktif ketika melakukan pencarian menggunakan mesin pencari google, di Bing, yandex, yahoo, saya belum menemukan AMP aktif, pasti langsung ke web dengan tampilan mobile.

    Tapi sekali lagi, AMP menurut saya bener-bener diperlukan banget.

  2. Aku nyimak deh sambil mahamin hihi… Kalo dh handal urusan blog, urusan kek gni aja dbilang remeh temeh yak hihi. Bagi aku ini sesuatuπŸ˜…krna aku bru tau hihi .. Terlalu gaptek *emot tepok jidat😭😭😭

  3. Ini postingan, akhirannya malah bertanya… Apalah daya saya. XD
    Oo AMP lebih mudah digunakan pada platform wordpress ya…
    Ga kebayang lah kalau halaman postingan blog saya dibuat harus valid AMP…

  4. Kenapa Google memanjakan Android ketimbang Blogger? Padahal Blogger sudah cukup lama memberikan kontribusi pada Google, walaupun perkembangannya tak sepesat Android

    • Iya padahal popularitas Android juga karena banyaknya ulasan dari Blogger.

      Deja vu…, sama seperti Steve Job memanjakan tim Macintosh daripada tim Apple.

      Terimakasih sudah berkunjung…
      πŸ˜‰

  5. Kenapa template blogger tidak ada yang amp? Wis males karena sudah ada blogger-blogger yang membuat template amp jadi pihak blogger ga sibuk-sibuk amat mikirin codingnya hahaa…
    Kalau menurut saya, amp terlalu ribet.
    Seharusnya google lebih optimis untuk mengembangkan platform bloggernya, sekarang saja WP sudah versi 5, lah blogger tetap gitu-gitu saja. Atau bikin tandingan membuat Blogger.org biar seperti Wp.org.

    • hahahaaaa seharusnya mereka siapkan, juga termasuk editor post amp nya juga, biar pengguna baru auto amp udah, tinggal user lawas2 aja yang galau mau apm atau nggak.

      heheee terimakasih atas kunjungannya, sukses selalu!
      πŸ˜‰

  6. saya termasuk korban cantik amp karena harus edit 500 artikel agar tanda petirnya warna hijau katanya … dan ternyata amp tidak bsa ditunggangi sricpt aneh padahal blog saya harus ditumpangi script mathjaxx.. jadi harus rela ngembalikan artikel yg sudah sempat di edit ke amp balik ke non amp…

  7. nah, makanya saya masih belum memakai ni template,,masih banyak erorrnya kak, ditambah lagi saya tidak mengerti masalah coding….(nyampling .com)

  8. Menurut saya AMP ini memang salah satu terobosan yang bagus untuk meningkatkan speed loading suatu page. Pernah coba sekali, tapi masih nyaman pakai template biasa yang dioptimasi hehehe…

    Cuman yang saya takutkan dari penggunaan AMP ini karena penggunaan JavaScript nya sangat dibatasi, yaitu hanya dari developernya saja. Jadi ga bisa pasang script antibomklik adsense :’)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here