Debugging Artinya Beserta Sejarah dan Cara Meminimalisirnya

230
0
Ilustrasi Bug
Ilustrasi Bug

Sebelum mengenal debugging artinya itu apa?, serta seberapa penting metode debugging pada saat proses pembuatan suatu program. Mari kita mengenal lebih dalam mengenai sejarah serta pengertian dasarnya terlebih dahulu.

Debugging artinya berasal dari kata “Bug” yang dimana jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki sebuah arti kutu atau serangga. Bug sendiri memiliki arti yang sama dengan kata “error”, bug sendiri merupakan sebutan yang sering digunakan apabila terjadi sebuah error pada perangkat gadget baik itu penyebabnya dari sisi perangkat lunak ataupun perangkat kerasnya. Bug yang dibaca menjadi(bag) sendiri memiliki sebuah sejarah. Sejarah bug itu sendiri ialah terjadi pada saat tahun 1940-an, dimana pada saat itu awal mulainya perangkat komputer digunakan.

Pada waktu tersebut komputer dengan nama “Harvard Mark II” yang sedang diuji coba oleh para mahasiswa di Universitas Harvard di luar negeri tidak dapat berjalan dengan semestinya. Pada saat demikian para mahasiswa tersebut mencari faktor kenapa komputer tersebut tidak dapat berjalan dengan semestinya. Setelah dicari dengan cukup lama, akhirnya salah satu dari mahasiswa tersebut melihat sesuatu yang aneh di sekitaran relay yaitu pada panel F dengan menemukan seekor ngengat (jika dalam bahasa inggris bernama bug). Apa itu ngengat? ngengat merupakan nama dari sebuah hewan yang mirip kupu-kupu yang juga termasuk ke dalam jenis Ordo Lapidoptera.

Setelah ketemu, bangkai binatang tersebut diambil lalu dicatat di dalam buku bernama “log book”. Selanjutnya ketua tim dari mahasiswa Harvard tersebut yang bernama Grace Hopper memberi sebuah judul pada catatan tersebut di buku log book dengan judul “Kasus Pertama Dari Serangga (bug) Ditemukan”.

Dari kejadian tersebutlah nama bug itu sendiri berasal, istilah bug itu sendiri sangat popular digunakan para pengguna komputer dan mobile gadget saat ini apabila menemukan sebuah kesalahan.

Bagaimana Cara Menghindari Sebuah Bug?

Perlu diketahui sebagai seorang user kita tidak dapat menghindari bug itu sendiri. Namun sebagai manusia kita hanya bisa meminimalisir bug yang akan terjadi saja. Banyak sekali hal-hal yang dapat menyebabkan kita mendapati sebuah pada proses yang sedang kita kerjakan pada sebuah gadget.

Maka biasanya seorang pembuat aplikasi sering mengeluarkan terlebih dahulu versi “beta” dari proyeknya tersebut. Hal tersebut juga dapat berguna untuk mengetahui ada bug apa saja yang terdapat pada program yang sedang dibuatnya. Sebagai tester yang ingin mencoba suatu aplikasi yang misalnya masih proses “beta”pun anda sebagiknya menginstall antivirus terlebih dahulu.

Hal tersebut berguna agar anda dapat menjaga komputer atau perangkat gadget anda apabila misalnya ada bug yang berbahaya dari aplikasi yang masih versi “beta” yang anda gunakan tersebut.

BACA JUGA : Cara Isi Ulang Voucher Kuota Telkomsel Terbaru Juli 2020

Beberapa Hal Yang Dapat Menyebabkan Bug Terjadi

Walaupun bug menurut sebagian orang mungkin adalah hal yang biasa ditemukan. Namun alangkah lebih baiknya jika anda dapat meminimalisir terjadinya bug itu sendiri. Bahkan perlu anda ketahui pernah terjadi pada tahun 1966, dimana pada saat itu pada suatu projek besar mengalami sebuah bug yang menyebabkan kerugian hingga 1 miliyar dollar.

Kejadian tersebut yaitu pada saat peluncuran roket dengan nama Ariane 5 yang mengalami kerusakan setelah peluncurannya yang baru beberapa detik. Setelah melakukan penyelidikan, ternyata disebabkan adanya sebuah bug pada sistem kendali on board computer pada roket tersebut.

Berikut di bawah ini ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk anda pahami agar dapat meminimalisir terjadinya suatu bug.

Cara Menghindari Bug

1. Human Error

Sudah tidak aneh jika manusia sendiri yang sering kali menjadi faktor utama terjadinya sebuah bug. Tidak aneh memang, karena memang manusia itu sendirilah yang membuat program tersebut. Maka dari itu dari suatu proses pembuatan sebuah program ada yang dinamakan sebagai sistem analis dan software tester.

Hal tersebut berguna untuk memastikan program yang dibuat apakah berjalan dengan normal atau memiliki sebuah kendala tertentu.

2. Miss Communication

Dalam suatu proses pembuatan sebuah program atau aplikasi biasanya tidak dikerjakan oleh satu orang saja, melainkan biasanya dikerjakan oleh beberapa orang dalam 1 grup. Tentunya setiap programmer memiliki pemikiran yang berbeda antar programmer satu dengan yang lainnya.

Maka jika dalam suatu pembuatan aplikasi yang dirasa cukup kompleks. Sebaiknya harus memiliki seorang Senior Programmer ataupun Lead Programmer yang berguna untuk menjadi pemimpin dalam suatu tim tersebut.

3. Terlalu Banyak Revisi Dari Klien

Sebagai programmer tentu sering kali mendapatkan begitu banyak kemauan dari para kliennya. Sebaiknya anda memberikan batasan untuk revisi pada klien anda atau mengerjakan revisi yang lebih mudah terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk meminimalisir terjadinya sebuah bug pada program yang sedang anda kerjakan akibat banyaknya perubahan pada program tersebut.

4. Kurang Profesionalnya Seorang Software Tester

Sebagai seorang software tester haruslah berpengalaman. Karena software tester merupakan bagian yang sangat penting untuk mencari tahu terdapatnya bug apa saja pada suatu aplikasi. Jadi jika anda sedang mencari seorang software tester, sebaiknya anda harus benar-benar mencari software tester yang berpengalaman dan profesional.

5. Kesalahan Dari Tools

Jika anda sebagai seorang programmer merasa tidak adanya kesalahan yang disebabkan oleh user atau anda sendiri. Tetapi masih terdapat kesalahan pada program tersebut, maka anda bisa juga untuk melakukan pengecekan pada tools yang anda pakai dalam proses pembuatan program tersebut.

Setelah mengetahui apa itu bug, sejarah bug, dan cara meminimalisir terjadinya bug, barulah sekarang anda bisa mengetahui arti dari debugging.

Debugging Artinya Adalah

Debugging Artinya

Debugging Artinya adalah serangkaian metode yang digunakan oleh para programmer ataupun para pengembang perangkat lunak, sebagai sebuah metode untuk melakukan sebuah analisa alur kerja sebuah program, meminimalisir terjadinya bug, dan juga untuk menganalisa apakah terjadi kerusakan di dalam sebuah program komputer dan juga pada bagian perangkat kerasnya, dengan harapan perangkat tersebut dapat bekerja dengan baik.

Rumitnya Proses Debugging

Proses debugging akan terasa lebih rumit apabila beberapa subsistem lainnya memiliki keterikatan dengan ketat satu sama lain, misalnya apabila terjadi perubahan pada satu sisi, mungkin dapat membuat munculnya suatu bug pada sub sistem lain yang terikat dengan sub sistem yang dirubah sebelumnya.

Dalam upaya pembuatan suatu program tertentu yang cenderung kompleks, proses debugging sangatlah penting untuk digunakan. Proses debugging dilakukan sebagai proses uji unit hingga ke bagian unit terkecil dari sebuah sistem, agar setiap bagian kompenen dapat diuji sampai semua komponen dapat berjalan dengan lancar.

Setelah melakukan pengujian pada sistem tersebut, biasanya pengujian tidak dilakukan hanya satu kali. Setelah diuji biasanya sistem akan diuji lagi untuk mencocokkan dengan berbagai produk yang sudah ada, lalu biasanya dilakukan lagi dalam proses program beta.

Karena, biasanya para pengguna mencoba sebuah produk sebelum produk tersebut dikeluarkan secara terbuka. Hal tersebut dikarenakan banyaknya program komputer dan banyaknya perangkat keras diprogram dengan berisikan ribuan baris kode, hampir semua produk baru mungkin sepertinya memiliki beberapa bug.

Ada juga yang dinamakan “DEBUGGER” ialah nama untuk alat yang digunakan saat proses debugging. Debugger biasanya digunakan untuk membantu melakukan identifikasi kesalahan saat pada berbagai tahap pembangunannya. Beberapa paket bahasa pemrograman juga biasanya mencakup pusat untuk memeriksa kode kesalahan seperti yang sedang dibuat.

Demikian artikel mengenai Debugging Artinya Beserta Sejarah dan Cara Meminimalisirnya, apabila bermanfaat bagi anda silahkan bagikan artikel ini ke sosial media kalian seperti Facebook, Instagram, dan yang lainnya. Terima kasih.

0