Sejarah dan Budaya Berpuasa Dari 5 Peradaban Kuno

288
6
Budaya Berpuasa Peradaban Kuno
Budaya Berpuasa Peradaban Kuno

Sejarah dan Budaya Berpuasa sejak Peradaban Kuno – Besok merupakan hari pertama puasa Ramadhan bagi umat beragama Islam di seluruh dunia. Dan sehubungan dengan itu, sekelebat pertanyaan terlintas di pikiran saya, sejak kapan budaya berpuasa ini dilakukan oleh peradaban manusia?.

Ya untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu mesin pencari Google menjadi opsi pertama yang saya tanyai. Serp google menawarkan ratusan juta artikel yang dimungkinkan mampu memuaskan hasrat keingintahuan saya.

Hingga saya menemukan 2 sumber referensi yang memuat informasi menarik sebagai jawabannya. Berikut rangkumannya;

Sejarah dan Budaya Berpuasa Di Zaman Kebudayaan Kuno

Budaya Berpuasa Mesir Kuno Untuk Para Dewa
Budaya Berpuasa Mesir Kuno Untuk Para Dewa

1. Budaya Berpuasa Peradaban Mesir Kuno

Ketika kita bicara soal kebudayaan kuno, tentu peradaban Mesir Kuno akan menjadi bahasan teratas. Dan ternyata juga berlaku untuk konteks budaya berpuasa ini.

Kaum Paganis atau penganut kepercayaan penyembah berhala di zaman Mesir Kuno juga menjalankan budaya berpuasa. Puasa yang mereka lakukan demi menghormati Tuhan dan Para Dewanya. Seperti Matahari, Sungai Nil, Amun, Anubis, Horus, Isis dan lain sebagainya.

Mereka meyakini, ibadah puasa yang ditujukan sebagai simbol penghormatan kepada Tuhan/Dewa mereka, akan mendatangkan keberuntungan ataupun dampak positif.

Agar Matahari dan Sungai Nil dapat terus memberikan manfaat berarti bagi kehidupan mereka. Tentu saja, Matahari dan Air merupakan sumber kehidupan yang tak terbantahkan sampai kapan pun.

2. Tradisi Berpuasa Peradaban Cina Kuno

Tak banyak informasi yang saya dapatkan terkait ini, yang pasti budaya berpuasa sudah diterapkan sejak dulu oleh penganut ajaran Taoisme dan Konfusianisme. Ajaran tersebut juga merupakan konsep ketuhanan tertua bagi bangsa Cina Kuno.

Dalam sejarahnya, tradisi puasa ini mereka lakukan di hari-hari biasa. Atau bisa juga di hari-hari tertentu seperti jika adanya bencana. Mereka berpuasa ditujukan agar terhindar dari bencana-bencana susulan.

Selain itu, orang-orang Tibet juga membiasakan diri dengan berpuasa menahan makan ataupun minum selama 24 jam, namun hubungan magis lah yang menjadi motivasinya.

3. Puasa Bunuh Diri Dalam Agama Kuno India

Puasa Bunuh Diri Santhara
Puasa Bunuh Diri Santhara – Image by Carleton.ca

Jainisme atau Jaina atau Jainadharma merupakan salah satu agama kuno dan tertua yang masih eksis hingga saat ini. Menariknya, mereka memiliki beberapa jenis tradisi berpuasa, diantaranya;

  1. Chauvihar Upwas adalah Puasa di malam hari.
  2. Tivihar Upwas adalah puasa yang tidak boleh makan, tapiΒ  boleh minum air yang sudah dimasak.
  3. Atthai adalah ritual berpuasa yang dilakukan selama 8 hari dalam merayakan Paryushana di musim hujan.
  4. Maskhamana merupakan ibadah puasa yang berlanjut dari Atthai, bedanya Maskhamana dilakukan selama satu bulan penuh.
  5. Dan lain-lain

Nah puasa yang lain-lain ini, bisa dikatakan semacam diet saja. Dengan mengurangi makanan, agar badan tetap sehat. Ada juga budaya berpuasa yang hanya boleh makan makanan yang berhubungan dengan kacang-kacangan atau garam dan cabai saja.

Dan yang paling menarik adalah ibadah puasa Santhara. Yaitu sebuah ritual ibadah mendatangi kematian dengan jalan berpuasa. Atau sebut saja dengan Ibadah Berpuasa sampai mati, ini nih yang paling mengerikan.

Semua alasan dan motivasinya dikembalikan kepada ajaran dan pemahaman Jainisme, bahwa nafsu itu untuk dibunuh, tak cukup hanya dengan dikendalikan.

4. Kewajiban Berpuasa Bangsa Yunani Kuno

Secara kultur budaya, peradaban atau kebudayaan Yunani Kuno memang banyak terinspirasi dari bangsa Mesir Kuno. Selain daripada bangsa berkebudayaan terdahulu, Mesir Kuno juga memiliki banyak sektor terbaik yang memang patut untuk diikuti.

Dalam berpuasa, bangsa Yunani kuno bahkan menerapkan budaya yang lebih tegas. Pemerintah mewajibkan seluruh warganya baik pria ataupun wanita untuk melakukan ritual puasa ini.

Awalnya sih hanya ikut-ikutan orang Mesir, ibadah berpuasa bangsa Yunani dilakukan dengan tata cara mereka yang mereka atur sendiri. Seperti misalnya kaum wanita yang berpuasa sambil duduk di tanah dengan hanya perasaan bersedih.

Budaya berpuasa ini biasanya dilakukan selama beberapa hari berturut-turut sebelum melangsungkan perperangan. Dengan begitu mereka mengharapkan para Dewa akan mendatangkan memberikan kemenangan bagi mereka.

Ilustrasi Wanita Dari Romawi Kuno Yang Sedang Berpuasa
Ilustrasi Wanita Dari Romawi Kuno Yang Sedang Berpuasa

5. Ibadah Puasa Era Kekaisaran Romawi Kuno

Hampir sama dengan peradaban-peradaban sebelumnya, era kekaisaran Romawi Kuno juga menjalankan Ibadah Puasa yang katanya atas perintah dan keinginan para Dewa.

Jadi sebutannya tak lagi sebagai budaya ataupun tradisi, melainkan ritual Ibadah. Mereka melakukannya guna menghindari kemarahan para Dewa, terutama Dewa-dewa yang ditinggikan.

Tak cukup dengan ibadah puasa, Dewa mereka menuntut lebih dengan menginginkan persembahan berupa pengorbanan hewan bahkan manusia. Entahlah, ini memang perintah Dewa atau hanya obsesi para pendetanya saja yah.

Masyarakat Romawai Kuno biasanya melakukan ibadah puasa ini di bulan Oktober yang juga disebut dengan istilah puasa Ceres. Selebihnya mereka juga berpuasa di hari-hari khusus yang ditujukan langsung, seperti beberapa hari sebelum peperangan tadi.

Naaah, sekian artikel tentang 5 Peradaban Kuno yang Memiliki Budaya Berpuasa versi Aorlin.com. Semoga bermanfaat dan semoga ibadah puasa Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. See ya!

Referensi:

6 KOMENTAR

  1. Yang paling ngeri itu puasa Santhara dari Agama Kuni India. Ekstrim berat! Tapiii itu sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here