Blog Musik dan Blogger Musik Di Indonesia Kok Sepi ?

3 min read

Ilustrasi Blogger Musik Aorlin

Sebuah Blog Musik tentu akan dikelolah oleh seorang Blogger Musik. Nah predikat tersebut sepertinya sudah cukup langka di tahun 2019 ini.

Padahal di awal-awal musim blogging dulu, banyak sekali blog musik yang ikut meramaikan Blogosphere, lah kok pada hilang? Kemana yah?

Setidaknya ada beberapa yang aorlin masih ingat, dan hampir semuanya sudah offline, wkwkwk.

Klik: Hasil PencarianΒ  Blog Musik di Google

Anehnya untuk yang terbaru belum ada, iya Blog Musik yang dikelolah secara konsisten oleh seorang Blogger Musik.

Meskipun ada web/blog musik saat ini, umumnya dikelolah oleh suatu perusahaan atau promotor musik. Tak bersifat independen hingga kontennya jelas satu arah dan tidak netral.

Blog dan Blogger Musik Pada Kemana Yah?

Yang Aorlin maksud disini bukan Blog dengan konten download musik mp3 video ataupun wallpaper yah. Melainkan betul-betul seorang Blogger yang memiliki pengetahuan luas seputar dunia musik.

Seorang blogger yang mendedikasikan waktu dan pikirannya untuk suatu yang memang dia sukai.

Terlebih lagi mereka yang memiliki kemampuan mengkritik dan menganalisa suatu objek musik. Biasanya mereka membangun blognya dengan latarbelakang hobi ataupun profesi.

Jadi berasa banget gitu, apalagi yang selera musiknya spesifik, kan bisa jadi referensi banget tuh.

Karena itulah disini Aorlin ingin mencoba menjawab beberapa pertanyaan seputar hilangnya Blogger Musik di Indonesia.

7 Penyebab Sedikitnya Blog Musik di Indonesia

Beberapa kemungkinan disini Aorlin tuliskan hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi yah. Silakan dijadikan referensi bagi yang suka, dan abaikan jika tidak.

1. Minimnya Contoh Sukses

Sebagaimana diawal tadi, karena blog-blog musik lawas pada punah, ya anak muda kan kehilangan influence untuk diikuti. Bagaimana mau menulis, materi bacaan atau referensi pun mereka tak punya.

Benar saja, para Blogger dadakan saat ini sangat termotivasi kepada Blog dengan niche konvensional, yang “katanya” Adsense Friendly.

2. Lemahnya Potensi Earning

Tau sendiri kan, blog musik itu susah earningnya, paling-paling ya dari safelink atau CPM sejenisnya, itupun kalau kontennya tak dipermasalahkan.

Jika bermasalah, denda ratusan juta dan penjara jadi ganjarannya. Aih serem kan?? wkwkwk.

Sedangkan materi untuk konten blognya membutuhkan biaya dan kerja ekstra. Bayangin aja, untuk mendapatkan informasi seputar festival atau konser musik misalnya.

Mengumpulkan cerita, infromasi, taste dan foto atau apapun yang akurat itu costs banget kan. Sedangkan sponsor ataupun jalan untuk menghasilkan belum jelas.

3. Blog Musik Itu Hobi, Jiwa dan Seni

Yap tentu saja bukan bisnis, sulit mengakuinya, tapi itulah yang terjadi. Bisnis musik di Indonesia sangat rentan. Sebuah management musik di Indoneisa bisa bertahan karena sponsor dari jaringan periklanan dan promotor-promotor lokal.

Dari penjualan? Apa yang dijual? Palingan tiket, itupun sudah diambil alih oleh promotor tadi. Jadi sekali lagi No! bahkan akan minus jika diharap.

Apalagi sebuah Blog, jika tak didasari hobi, si admin mana rela menanggung semua biaya blogging yang semakin hari kian membengkak.

Disaat stuck terjadi, seorang Blogger Musik cenderung menyerah dan merelakan semua yang sudah dibangunnya, hilang sia-sia begitu saja.

Blogger Musik Di Indonesia Terus Berkurang

4. Diacuhkan Kalangan Industri

Sehubungan dengan segmen 3 diatas, makanya blogger musik kuat kemungkinan akan diacuhkan oleh kalangan Industrial.

Berbeda dengan blog teknologi yang mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk konsumen sampai ke produsen.

Suatu perusahaan media teknologi rela menganggarkan biaya untuk uji coba dan menghancurkan suatu perangkat. Terkadang malah pihak distributor dan produsennya sendiri yang mengirimkan sample untuk di uji coba hingga dihancurkan.

Karena apa yang dimuat akan mempengaruhi minat pasar dan penjualan produk terkait. Komersial banget kan intinya.

Hal semacam itu akan sulit dan mungkin jarang sekali terjadi di dunia Web/Blog Musik saat ini, apalagi Indonesia.

Dan Aorlin bingung bagaiamana cara peng-aplikasiannya dunia hiburan dengan sebuah blog. Karena Aorlin sendiri ragu bahwa palaku industri musik masih tertarik dengan web / blog.

5. Beralih Ke Platform Lain

Yak salah satu kemungkinannya, daripada ngeblog seorang Blogger Musik lebih terdorong untuk beralih ke Platform lain.

Misalnya Youtube, Soundcloud, Instagram, Twitter, Vine dan lain sebagainya. Ya tentu saja mengingat platform Multimedia seperti itu tidak membutuhkan optimasi se-kompleks sebuah Web Blog.

Cukup dengan olah kontennya saja yang biasanya mereka memang sudah ada orang-orangnya. Lagipula beralih ke Youtube mungkin sekali untuk earning lebih cepat.

6. Peminat Musik Terus Berkurang

Nah yang ini terdengar agak mengerikan yah, tapi sepertinya memang begitu, entahlah bagaimana faktanya. Karena Aorlin juga tak pernah mendapatkan informasi terkait ini dari Lemabaga Statistik yang kredibel.

Kalau diperhatikan, penikmat musik yang ada saat ini masih di dominasi oleh penikmat musik terdahulu. Yang baru-baru sepertinya sedikit sekali.

Karena menurut pengamatan, saat ini mereka tak menikmati musik sebagai seni suara. Melainkan hanya sebagai pelengkap dari apa yang ditonton. Bisa juga mereka menikmati sensasi dan experience di luar, bukan di telinga.

Jadi hmm gimana yah, intinya mereka tertarik dengan musik yang oppa-oppa nya ganteng dan pinter ngedance. Atau sebaliknya adik-adik manis yang lincah dan girang itu.

Mereka merasa cukup ada di posisi itu, seakan tak ada keinginan untuk mengikuti apa dan siapa yang diidolakan. Beberapa sobat Aorlin yang punya studio mengatakan hal serupa.

Minat untuk bermain musik anak muda jaman sangat kecil sekali. Dulu kita mati-matian belajar dengan sumber daya seadanya, sekarang mereka ditawarin pun sepertinya ga niat. hahaaa

Blog Konten Musik Kurang Diminati Saat Ini

7. Dilema Konten Musik

Hmmm betul-betul-betul, hal ini juga mungkin jadi alasannya. Coba saja, kalau kita ketikkan kata pencarian apalah gitu tentang band atau artis.

Hasil teratas pastilah web-web AGC yang menawarkan download lagu berformat mp3 atau mp4. Parahnya konten semacam itu makin awesome aja di SERP Google yang katanya membenci konten berhak cipta.

Jadi dilema bukan?, sedangkan Blog musik yang kontennya betul-betul memuat informasi valid malah ada dihalaman 2,3 dan seterusnya.

Sepertinya selalu ada celah bagi mereka, dan selalu ada titik lemah pada algoritma SERP Google. Masalahnya…., pengguna di Indonesia memang membutuhkan web/blog download mp3 musik semacam itu.

Baca: Manipulasi Trafik Blog, Apa Untungnya?

Okkeh, setidaknya 7 segmen diatas merupakan hasil pengamatan dan pengalaman Aorlin selama ini. wait wait! pengalaman!?

Iya karena dulunya Aorlin juga mengelolah blog musik yang cukup sukses, tapi itu dikehidupan sebelumnya. Dan rahasia yaaah wkwkwk.

Bersamaan dengan ini juga Aorlin ingin mengajak sobat blogger sekalian, untuk menyematkan beberapa Artikel yang membahas musik favorit di blognya.

Baca: Misteri Google reCaptcha Yang Belum Terpecahkan

Saling berbagi cerita dan indormasi tentang musik kesukaan. Agar dimasa mendatang kita dicap sebagai generasi penyelamat Artikel Musik di Internet.

Sekian artikel mengenai penyebab blog musik kurang diminati oleh para Blogger di Indonesia. Untuk lain hal dan sebagainya mari kita bicarakan di kolom komentar. See ya!

39 Replies to “Blog Musik dan Blogger Musik…”

  1. Saya, baru nyadar kalo saya ga pernah nemu blog music…setahu saya kebanyakan parenting, karena setiap nyasar ada aja parentingnya

  2. Iya gan, parenting, travel, tekno dan blogging, keknya itulah niche sejuta umat blogger Indonesia.

    Terimakasih sudah berkunjung,
    Sukses selalu…
    πŸ˜‰

  3. Betul sekali, tapi aku pernah coba pakai vpn Singapura, cari blog musik Indonesia cukup banyak, tapi kalo ga pakai vpn malah sangat sedikit.

    Kata temen saya sih, google dan pemerintah Indonesia bekerjasama agar blog download (film atau musik) tidak terindex atau kalaupun terindeks ada di halaman belakang.

  4. haha, saya juga punya blog musik satu akhirnya gak keurus… πŸ˜€
    BTW, mksh senang bisa ketemu blogger lawas lagi…

  5. Memang saat ini kebanyakan sudah di kapitaliskan oleh sponsor besar, hal ini mungkin bertujuan untuk memantau pergerakan dan hal hal yg tidak sejalan.
    Saya saat ini lebih fokus kepada pengadaan official merchandise dari musik dan group band. Sehingga masih ada sedikit kontribusinya untuk para pencinta musik saat ini. Hehehe
    Mampir mampir gan ke situs saya, siapa tau bisa berkolaborasi… πŸ™‚
    http://Www.merchside.co.id

  6. hehe pembahasanya ngena sekali dan sesuai fakta… ada satu blog musik dulu yg sy suka dan cukup rame yaitu gitaris.com, kemudian biar lebih universal (mungkin) sempet berubah nama jadi musisi.com, namun akhirnya vacum jg.. mngkin karna sepi..

  7. Jarang blog musik karena sekarang kebanyakan udah pindah ke vlog. Lebih cocok juga kan bisa sekalian lihat cuplikan-cuplikan konsernya. Kalau untuk menulis, ya dia biasanya jadi jurnalis musik.

  8. iya mas bener, udah pada pindah ke vlog, rindu aja sama waktu dulu, banyak blog yang membahas musik, walaupun memang bagus juga skarang udah pada pindah ke vlog

  9. saya malahan baru mau buat kak,,,tapi ada benarnya juga kalo dilihat dari sisi pendapatannya….semoga saja nantinya saya bisa pertahankan blog musik saya ini deh,,,,

  10. Bisa jadi memang begitu adanya, musik cuma jadi pelengkap.

    Saya juga ada blog musik
    Tapi spesifik iwan fals dan ebiet g ade.
    Meskipun ada beberapa juga postingan musik album musisi lainnya.

  11. Klo blogger yg hanya ingin ngebagi karya2nya aja (score) tanpa memperdulikan SEO atau pendapatan atau keindahan blog juga nggak mahir menulis, sesuai sama konteks pos ini gk mas?

  12. Saya pengen bikin euy di awal 2020, spesifik ide2 gitar (licks, riffs, ritme, dan semacamnya). Tapi saya ngga bakat nulis dan blogging, jadi hanya ingin bagikan gratis aja ide2 bermusik saya spesifik gitar.

  13. Bagus itu mas.. nulis itu gamoang kok mas. Asal kita ngerti dengan apa yg akan kita tulis. Jadi apa salahnya di coba mas. Semangat masπŸ˜‡

  14. Hatur nuhun kang aorlin atas masukannya. Tiap artikel si akang “renyah” dibaca euy,! πŸ‘πŸ‘
    Oiya saya lupa tentang artikel ini ada tentang “contoh sukses”, mungkin anda pernah cek situsnya jubing kristianto:. Mungkin itu contoh musisi, komponis, aranjer, guru yg jadi sukses krn didukung situsnya, walau pendapatannya lebih banyak dari mengajar, membuat buku, bikin pertunjukan.

  15. Sori, sedikit tambahan, dari wikipedia:
    Ia diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Gitaris Indonesia Pertama yang Menyebarluaskan Komposisi dan Aransemen Gitar Pribadi Secara Gratis di Internet” (2008)

  16. numpang share band ane gan..cholesterolband sapa tau minat ngundang kita ke event2 kalian bisa contact ke 085764400885..thanks..

Tinggalkan Balasan